Si Ambisius Yang Malas

Kepenatan membuat orang apatis, membuat manusia lupa caranya tersenyum. Orang mulai menyalahkan diri sendiri ketika sudah lelah mengacungkan jari kepada orang lain, subjek kesalahan beralih dari dia menjadi aku.

Jika mau menelusuri lebih dalam, memang aku yang bersalah, orang lain hanya memperburuknya, tapi sebenarnya mereka tidak benar benar terlibat.

Sebenarnya sadar atau tidak, tekanan yang membuat batin ngilu itu datangnya dari diri sendiri, itu karena manusia punya standar berbeda tentang arti hidup, orang orang cenderung lebih tertekan karena mereka punya kemauan, bandingkan saja manusia yang punya ambisi dengan manusia yang tidak jelas tujuan hidupnya. 

Tapi tidak semua orang ambisius itu pemenang mutlak, ada banyak orang yang punya ambisi tapi mereka malas.
Orang yang punya kemauan besar tapi malas berjuang itu yang sering penat, karena jiwa dan raganya yang tak serasi, karena apa yang dia ingin lakukan dengan implementasinya saja sudah lain.
Bisa jadi hasil tidak  mencapai target, bahkan jauh dari target, itu menyakitkan,  dan kalah bagi seorang yang ambisius itu ibarat ditampar pipi kanan kiri dan diludahi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s