Pengecut!

Satu-satunya orang yang pantas kau sakiti adalah orang yang memberimu rasa sakit. Melampiaskannya pada orang lain itu jelas-jelas percuma, tapi kenapa bisa tidak sadar? Dan entah dari mana hasrat menularkan rasa sakit kepada orang lain itu datang? Mungkin sebuah kebiasaan? Mungkin sebuah syndrom! Mungkin juga penyakit mental yang diderita banyak orang!!
Penyakit itu seolah-olah berkata ‘Kau harus tahu apa yang aku rasakan! Harus! Sekalipun kau tidak bersalah dan tidak ada sangkut pautnya dengan hidupku.’ Pengecut!
Kenapa tidak melampiaskan pada orang yang sepantasnya merasakan? Benar-benar mutlak seorang pengecut!

Bagaimana orang dewasa disebut dewasa kalau mereka masih melakukan hal kekanak-kanakan yang tidak termaafkan seperti itu?
Semua rasa sakit yang menyangkut mahluk hidup lain memang harusnya digolongkan pada kategori ‘tidak termaafkan.’ -_-

Dan siapa bilang aku tidak berbuat itu? Aku sama seperti semua orang, bedanya hanya  aku tahu apa yang kuperbuat, sementara mereka tidak.

Aku sadar sekarang, betapa menjadi pengecut itu menghambat proses pendewasaan.

Penakut! Pengecut! Pecundang!
Tiga hal yang paling aku takutkan akan terjadi padaku justru ternyata sudah menjadi bagian dari diriku sejak lama.

Begitulah ironi kehidupan.
Tapi tak apa. . anggap saja ini proses menuju yang lebih baik.
🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s