Dua Partikel Penting Yang Dimiliki Manusia

Dia adalah hal baru bagiku, hal baru dengan keyakinan baru, yang mestinya ada yang harus aku cari tahu, dan kususun lapis demi lapis demi membentuk serentetan hal yang nantinya akan kumasukan dalam kamus kepribadian milikku. Sejauh ini, begitu caraku mengenal seseorang.

Logika menunjukan ketidak pedulian angkuh, berlawanan dengan hati kecil muram yang sudah sering aku kotori dengan perihal duniawi, memang sekilas tidak ada untungnya mempelajari ‘isi hati manusia’.

Lalu haruskah aku mempelajari isi otak manusia? Isi otak yang dipenuhi ambisi mengerikan?
Kau tahu? ambisi sudah seperti sebuah keharusan,
aku harus ini,
aku harus itu,
semua diperbudak ambisi. .nurani jadi tipis, berani menghalalkan yang tidak halal demi sebuah pencapaian semu,
ambisi juga membuat kita yakin bahwa apapun itu. .  tidak sulit mendapatkan apa yang kita mau. .
semua bisa menjadi sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. .
tapi hidup tidak sesederhana itu, prinsip hidup sederhana ala Mamaku saja tidak sesederhana itu!

Berperikemanusiaan saja datangnya dari hati, bukan dari pikiran. Ketuhanan yang maha Esa juga dari hati. Tapi jangan lupa tiga sila yang lain datangnya dari pikiran.

Satu-satunya waktu yang tepat untuk bermain logika adalah ketika kau akan jatuh tersungkur, logika mengangkatmu berdiri, karena hati bisa menyeretmu masuk kedalam lubang hitam mengerikan berisi mimpi buruk, keraguan, kegelisahan, dan kekhawatiran yang berlebihan.
Hati bisa membawamu kedalam titik kesedihan paling dalam. Hati juga bisa membuatmu menangis untuk alasan paling konyol sekalipun!

Lucu memang. . beberapa menit yang lalu aku membela apa dan sekarang apa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s