5 Alasan Kenapa Nulis Fiksi Itu Susah

1. Sulit Menjaga Pembaca Tetap Membaca

Proses pencarian idenya itu nggak sulit, tapi proses menjalankan sebuah cerita itu yang menurut gue paling sulit,
Kadang kita mengalami kebuntuan, bingung kapan dan bagaimana kita harus membawa karakter ini menuju konflik.

Kemudian masih harus menyelesaikannya tanpa boleh membuat pembaca mati bosan.

2. Menjalankan Sebuah Karakter Yang Tidak Nyata itu Sulit

Kita perlu membuat karakter itu hidup, sehidup mungkin sampai ia bisa bernapas di setiap kalimat yang kita tulis.

Apa perlu dijelaskan?

“Menulis fiksi itu seperti mengadakan sesuatu yg tidak ada tapi dituntut untuk tidak mengada-ada.”

Membangun sebuah karakter pada sebuah cerita itu akan jadi sulit jika pusat perhatian bukan berada pada jalan cerita tapi pada karakter individunya.

Seperti fiksi Edgar Allan Poe yang bercerita tentang ‘psikopat’ terfokus pada karakter tokoh utama,
ketika konflik itu terjadi dikarenakan dia yang mempengaruhi lingkungan bukan lingkungan yang mempengaruhinya.

3. Tidak Ada Yang Sesulit Mengungkapkan Emosi Dalam Bentuk Kalimat

Mengungkapkan apapun akan sangat mudah jika itu tidak dalam dunia fiksi.

Menulis juga mudah, perasaan seperti ‘sedih’ atau menulis apa yang sedang terjadi seperti ‘seseorang sedang menangis’ akan lebih mudah dari pada mengungkapkan menjadi sebait kalimat panjang seperti ini :

‘Setetes air mata hangat membasahi pipi.’

Lebih sulit lagi jika kita tidak sedang merasakan emosi tersebut. .

Ibarat makan es cendol ya,
Dia yang makan kita yang disuruh ngedeskripsiin rasanya. Kan kampret.

4. Mengingat Karakter Yang Sudah Kita Buat

Ini karakter tadinya melankolis tapi dua paragraf kemudian dia jadi hebring tralala(?)
Bukan karena Bipolar tapi karena si penulisnya aja yang lupa sama apa yang sebelumnya dia tulis.

Masa iya kita mau ngerubah sifat orang tiap ada pergantian paragraf  -_-

5. Ketika Bosan Menyerang

Memang apa yang harus kita lakukan saat benar-benar sudah muak dengan apa yang sedang kita tulis?

Nulis itu juga ngga boleh cepet bosen.
Ternyata bukan cuman pembaca, kita harus bener-bener yakin cerita ini akan membuat kita sendiri antusias sampai lembar terakhir.

Jangan memulai cerita baru karena bosan dengan yang sebelumnya, jika itu terjadi aku berani jamin karya sebelumnya tidak akan pernah berakhir.

– Deb

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s