What Can I Do

“Sebenernya bakat gue apa?” Beberapa temen gue ada yang menanyakan hal semacam itu ke gue.
Terus kalo dilempar pertanyaan semacam itu gue harus jawab apa. Jiwa dukun gue itu juga punya limitation -,- yuno?!

Gini ya. . bakat lu itu ada di dalam diri lu, dan bakat itu invisible kalo diliat secara fisik.

Ngga ada yang tahu rasa sereal hanya dengan memandangi kardus luarnya.

Sama kek bakat, ngga ada yang bakal tahu kalau orang itu belum terbuka, terbukapun kita juga butuh proses untuk menerima, lu liat karyanya, lu nikmatin, baru lu tahu bakat apa yang orang itu punya.

Contohnya. . coba kalo ada orang yang lewat depan mata lu itu kakek-kakek lusuh compang camping ngga banget tapi ternyata dia adalah Lady Gaga yang sedang menyamar, *plakk

Kita ngga tau kan siapa dan apa yang ada pada dirinya.

Lha yang mengekspos bakat itu yang susah, kalau bakat kita ‘pasaran’ alias banyak yang punya, itu gampang.
Lha yang sulit itu kalo bakat kita itu unusual, gabiasa, unik, butuh yang namanya ‘in the right place at the right time’ alias di tempat dan waktu yang tepat.

Ngedengerin omongan orang lain itu juga menghambat proses peng-eksposan bakat lu.

Misal kalo lu pengen ikutan audisi dangdut, terus malah ada yang bilang sama lu kalo dangdut itu norak, ngga keren, jadilah lu batal ikutan audisi, takut kalo diledekin mereka.

Ini sulit memang, tapi buat apa sih lu nunda kesuksesan lu hanya karena gengsi!

“Find what you feel is
important, and not
pursue what others
would think is
important.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s