Tentang Penulis

Sekuel(?) dari 50 FAKTA

Entah kenapa, orang-orang yang gue suka itu selalu tipe orang yang ngga drama, sementara gue orangnya dramatis. *damn

Sebenernya gue ngga bisa nyakitin hati orang, kecuali kalo orang itu bikin gue ilfil.

Gue menerima semua pendapat orang.

Gue bukan pembaca pikiran, gue pembaca karakter. Kalo gue tahu karakter orang itu, otomatis gue jadi punya alibi tentang apa yang ‘mungkin’ mereka pikirkan. Jadi jangan tiba-tiba nanya ke gue “Warna apa yang barusan gue batin?” Dasar paus bunting! kuda jongkok! lu pikir gue dukun ha? *kidding

Kalau disuruh milih, gue pilih diri gue sendiri untuk dijadiin temen

Gue ngga pernah benci sama orang, sekalinya gue benci, seujung kuteks yang mirip punya dia juga ikutan gue benci. Kalo temen gue pake karet rambut yang mirip sama dia, langsung gue suruh buang tuh karet.
Parahnya lagi, gue paling benci kalo dia ketawa! Behh . . . ibaratnya die napas aje gue sebel.

Gue mungkin inget rasa sakit itu sampe gue metong(?), tapi gue bukan pendendam, karena gue emang ngga bisa balas dendam.

Mungkin gue berhasil balas dendam, tapi beberapa menit kemudian gue akan merasa sangat bersalah.

Menurut gue, lebih susah berbuat jahat daripada berbuat baik.

Tapi sebenernya gue seneng ngejahatin orang jahat.
Orang jahat menurut definisi gue itu bukan dilihat dari catatan kriminalitasnya, tapi dari karakternya.

Gue suka orang yang rendah hati.

Gue ilfil sama orang sombong.

Gue suka orang humoris bukan orang konyol. Humoris dan berwibawa itu perfection menurut gue.

And the last ~

Gue ngga suka sama orang yang suka teriak-teriak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s