Ide

image

Merasa tidak sepaham, tapi masih harus mengikuti arus dan dituntut untuk tidak menjadi hypocrite(munafik), itu ibarat nungguin Eminem adzan di mesjid sebelah.

Almost imposible.

Kalian pernah nggak, kepikiran kenapa orang barat lebih banyak ber-inofasi ketimbang orang ‘kita’?

Menurut pemahaman gue, orang barat itu lebih cenderung out of the box dan agak frontal kalo berpendapat.

Ngga kayak orang kita yang  males mikir dan cenderung menerima apa adanya keputusan dari atasan.

Eh kebetulan juga orang-orang yang menduduki jabatan teratas itu biasanya yang sepuh-sepuh, dan orang sepuh itu biasanya tempramen bin kolot.

Kalo ada yang pendapatnya ‘aneh’ dikit pasti langsung tersinggung.

“Pak, bagaimana kalau bla bla bla bla diolah untuk menjadi bla bla bla supaya bla bla bla dan . . .”

“Ide macam apa itu? Kamu mau menjatuhkan perusahaan saya ya!! Atau jangan-jangan kamu mau merebut posisi saya!?” *sambil gebrak-gebrak meja*

*diiringi musik dramatis ala2 sinetron*

Hehe. . Mungkin nggak sedramatis itu. Tapi . . Ya mungkin juga kan? Dilihat dari budaya buruk kita yang menjunjung tinggi atasan. Si Penjilat yang dateng kalo ada maunya. Si Kolot yang menganggap atasan adalah Tuhan. Ada juga yang pendiam tapi pendendam.

Sekarang kita ngomongin ide ~

Ide inofatif itu cenderung riskan karena nggak biasa alias unusal dan kadang almost imposible.

Tapi siapa tahu kan? Ide itu jika benar-benar ditekuni akan memberi hasil berlipat melebihi ide kuno yang sudah ada tadi.

Ya begitulah orang kita. Malas berinofasi. Toh nantinya idenya akan ditolak juga oleh atasan. Nahloh siapa yang salah sekarang? -_-

Atau ada juga prinsip nyebelin yang begini . . .

‘Kalau orang lain ngga memulai, kenapa gue harus?’

Ya kalo semua orang berpikiran begitu, mau sampe Rihanna jualan batagor-pun ngga akan ada perubahan.

Pokoknya jangan takut berpendapat. Tapi jangan memaksakan kehendak juga sih ~
Apalagi lu cuman karyawan biasa, apalagi OB, atau malah mas-mas tukang bakso depan kantor. Tahu diri boleh kok 🙂

Se-brilian apapun idemu kalo ditolak yaudah. Gapapa, ikhlas. . at least kita udah muter otak buat mencurahkan ide demi kemajuan bersama, secara skill kita jadi setingkat lebih tinggi daripada orang-orang yang cuman nurut dan jatohnya malah kek makan gaji buta. Yakan? Yakan? Yakan?

Selamat Siang ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s