A Precious Bond

Here they aree …..

***

Kesendirian itu tidak selamanya membawa dampak buruk.

Misal saat suasana hati sedang kalut, kenapa orang cenderung ingin sendiri dan sejenak menjauh dari keramaian?

Menurut gue, disitulah titik refleksi diri akan terfokus dengan lebih jelas, dimana kita melihat siapa diri kita.

Dan sedikit demi sedikit sumber dari masalah akan terkuak.

Ternyata semua itu berasal dari dirimu sendiri.

***

Suatu ketika ada beberapa orang memasuki hidupmu.

Mereka adalah ‘Sahabat.’

Sekelompok orang yang mengajarimu hal berharga yang sekolah macam apapun tak akan pernah mengajarkan.

Kau tahu?

Siapa bilang punya sahabat = Ngga akan punya masalah?

Sementara . . .

Semakin banyak orang memasuki hidupmu, maka semakin banyak juga masalahmu.

Karena secara tidak langsung kamu peduli.

Dan selama kau masih cukup waras untuk tidak berpura-pura ‘tidak mau tahu urusan mereka’. Kamu tetap akan terbebani masalah mereka juga.

Tapi tak apa. . . . Itulah gunanya sahabat.

Asal kau tahu,

Sahabat bukan hanya orang yang menghiburmu saat kau sedih. Badutpun bisa kalau hanya menghibur.

Sahabat bukan orang yang hanya memberikanmu waktu untuk sendiri saat kau menyuruh mereka untuk.

Tapi sahabat adalah . .

Mereka yang tahu apa yang kamu butuhkan.

Belum tentu kamu butuh hiburan. Mungkin kau hanya butuh pelukan.

Karena mereka tahu kalau hiburan itu tidak selalu membuat situasi menjadi lebih baik.

Toh memang sebelum masalah itu selesai, situasi tidak akan membaik. Seperti baling-baling yang berputar pada porosnya, merasa sudah pergi sejauh apapun, tapi sebenarnya kita tidak kemana-mana. Mau kemanapun, jika masalahnya ada di dalam dirimu sendiri. . . -_-

Jelas sekali kalau hiburan itu untuk melupakan masalah, bukan untuk menyelesaikannya.

Sadarkah kalian kalau hiburan itu sama dengan pelarian?

Sahabat yang baik adalah mereka yang mengajarimu bagaimana menghadapi masalah, bukan untuk berlari dan bersembunyi darinya.

Dan suatu ketika kau melakukan kesalahan ‘fatal’.

Belum tentu kau butuh nasehat. Bagaimana kalau kau hanya butuh dimengerti?

Nah, mereka akan mengerti, sekalipun mereka tak benar-benar mengerti.

Setidaknya mereka berusaha.

Itulah sedikit perbedaan tentang ‘sahabat’ yang saya miliki dengan sahabat pada umumnya.

Mungkin hal yang mereka  lakukan itu baik.

Tapi sahabat gue tahu mana yang baik, lebih baik, dan mana yang terbaik.

Only a few of people will literaly understand 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s