Kau Pikir Ini Permainan

Bukan karena aku lelah, bukan karena aku tak lagi berhasrat.

Hanya saja hal itu makin hari makin terlihat semu, menghablur sejalan dengan harapanku yang makin menjadi.
Lagi-lagi harapan-harapan itu berbanding terbalik dengan kenyataan.

Ada kalanya dimana kau harus berhenti menyebrangi lautan untuk dia yang bahkan meloncati genangan airpun tak mau.

Hati ibarat pintu. Sudah berkali-kali kau mengetuknya, tapi setelah kubuka. Tak ada siapapun disana. Ternyata itu permainanmu, lanjutkan saja kalau kau suka.

Terima Kasih sudah memupuskan anganku. Terima kasih telah singgah sekalipun kau tidak tahu sedang singgah di hati siapa. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kisah hidupku.

Sekarang, kututup pintu ini rapat-rapat.

Jangan khawatir,
Kau bisa mengetuknya lagi lain waktu, dan aku akan tetap membukakannya untukmu.

Hanya saja, kau tak akan kubiarkan masuk.
Selangkahpun tak akan 🙂

Jadi, kau pikir ini permainan?
Kalau begitu
Itu permainanmu, dan ini permainanku.

Deal with it!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s