Harapanku yang itu

-Warn-
Membaca Tulisan ini dapat menyebabkan mual.

Aku mengharap sesuatu darimu, aku mengharap ada makna dibalik setiap tindakan yang kau lakukan padaku.

Kau tahu, ini sudah sejak lama

Pohon yang aku tanam sudah mengering diganti rumput.

Menanti hujan tak kunjung datang, aku kekeringan, batangnya patah diterpa angin, seperti aku yang mendengar kabar kau sudah bergandengan dengan orang lain.

Dedaunan meranggas terpapar ganasnya sinar matahari, persis ketika hatiku merintih perih melihatmu tak acuh, ditambah api cemburu yang membakar liar.

Dan hari ini pohon itu tumbang berdebam pilu diatas penderitaannya sendiri. Sejalan dengan harapanku yang pupus, menerjang kalbu. Tamparan realita membuka mataku lebar-lebar.

Harapan memang tak selamanya jadi kenyataan. Kenyataan berbanding terbalik dengan harapan. Dan itu menimbulkan sakit yang tak kasat mata. Sekarang ilusi saja yang dapat mengobatinya.

Sesuatu yang tak kasat mata mengobati sesuatu yang tak kasat mata.
Sempurna bukan?

Tapi aku tetap berandai-andai . . Semoga ini hanya mimpi, semoga pacarmu itu hanya mimpi, semoga kau hanya mimpi, semoga perasaanku hanya mimpi.

Sekarang aku terpejam, berharap kelak ketika aku bangun, perasaan ini benar-benar hanya mimpi.

Dan suatu hari dengan bangganya aku akan berikrar dihadapanmu “Aku tak pernah menyukaimu! Tak akan pernah!!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s