Pentingnya Bahasa Dalam Penggunaan Internet

Hell to the yeah ~

Walaupun grammar gue masih ehm . . ehm below average, tapi paling nggak gue ngerti cara menggunakannya untuk mencari informasi dan juga merespon kalimat bahasa Inggris yang dilontarkan ‘mereka’

Jujur kalo merespon sesuatu melalui media tulis, kosa kata gue lebih banyak dan lebih tertata dari pada saat ngomong langsung.

Btw berhubung gue orangnya curious tingkat dewa jadi kehidupan gue itu cuman seputar internet dan sekolah.

Internet muncul sebagai dewa penolong atas jiwa-jiwa  yang ‘serba ingin tahu’ seperti gue saat sekolah dan orang terdekat tidak bisa memberi jawaban.

Ke curious-an gue itu mencakup semua hal, mulai dari hal biasa sampai yang tabu, dari yang khusus balita sampe yang 18+ *wew

Bersyukur penasaran gue cuman sekedar penasaran, jadi kalo udah tahu yaudah, nggak ada unsur-unsur jail ingin mempraktikkan. (Tapi kalo emang layak dipraktikkan ya kenapa enggak?)

Dan internet di era ini udah menjangkau semua lapisan masyarakat di seluruh dunia (kecuali dunia akhirat). Jadi punya dasar skill bahasa Inggris itu sangat sangat sangat membantu menambah wawasan serta mengikat tali persaudaraan antar bangsa *weleh*

Berikut ini keuntungan alias profit kalo kamu bisa bahasa Inggris :

1. Realita Dibalik Pertikaian Dunia Luar

Globalisasi!
Pengaruh budaya Barat yang bagi orang Timur itu cenderung dianggap ‘banyak’ negatifnya yang sebenernya adalah suatu pendapat yang tidak salah, tapi kurang benar.

Doeloe, sebelum gue kenal inet, gue juga sempet berpendapat sama dengan orang ‘timur’, kalo melihat sesuatu yang tidak beres terjadi di negara tercinta gue ini, yang dikambing hitamkan adalah si ‘barat’.

“Wah itu pasti pengaruh budaya barat! Karena orang Timur tidak mungkin seperti itu”

Heleh ~

Sebenarnya budaya barat itu tidak seratus persen salah kalau si penggunannya juga tahu bagaimana memilah-milah dan membatasi diri.

“Kamu pelakunya, tapi kenapa kamu menyalahkan saya!!” Ucap Barat kepada Timur.

“Itu karena kamu membawa budaya seperti ini, membuat kami tergoda untuk melakukannya! Jadi ini salahmu.” Balas Timur kepada Barat

Nahkan ~
Kalo dikupas, masalah ini nggak akan pernah selesai karena menurut gue permasalahan ini bagaikan siklus ayam dan telur. Siapa yang duluan muncul tidak jelas, siapa yang benar benar biang kerok juga tidak ada yang tahu.

Gue sendiri yang 24/7 ngandang dikamar bisa tahu realita dunia luar hanya dengan berbekal internet dan english skill yang ala kadarnya.

2. Pencarian Yang Lebih Luas

Deb kasih contoh nih
mungkin artinya sama ya ~ tapi hasilnya beda.

Ketika gue nulis di search engine ‘How to be cute’ dengan ‘Bagaimana menjadi imut’. Bisa dipastikan jawaban google akan fariatif begitu pula isinya.
Misal bagi orang ‘kita’ imut itu ‘begini’ tapi bagi orang luar imut itu ‘begitu’ jadi kita juga bisa tahu standar orang luar itu seperti apa. Wawasannya diluasin brrooh ~

Dan beberapa kata dalam bahasa Inggris memuat artikel yang kurang enak kalau di translate atau diIndonesiakan ‘How to be an asshole’ dengan ‘Bagaimana menjadi ****’
But seriously, they are two different things.

3. Test dan Quiz menarik

Test IQ emang udah ada versi Indonesianya tapi coba apa kalian ngga penasaran dengan test test lain yang tidak tersedia dalam bahasa Indo seperti

   > Disorder Test/Test Kelainan :
Test ini bener-bener harus di jawab dengan jujur, soalnya hasil akhir akan menentukan kelainan kelainan apa yang kalian miliki. “Jangan-jangan selama ini gue bipolar??!” Dan bener setelah gue test, gue emang agak bipolar. *well. . buka aib*

Nggak tahu bipolar?
duh ~ salah sendiri inet cuman buat eksis di dumay, iya sih femes tapi kok wawasannya selebar tempe goreng. Malu gue.

   > Mental Age Test :
Ini test sebenernya [juga tersedia dalam bahas Indo] cocok buat orang pengen tahu usia mental dia itu seimbang dengan usia fisiknya atau enggak. Misal usia asli dia 17 tahun, tapi berhubung dia orangnya ‘wise’ dan mature bisa jadi usia mentalnya udah mencapai 45 tahun.
Sebenernya inti dan tujuan utama test ini supaya kita tahu sedewasa apa pemikiran dan mental kita. Apakah gue perlu berbenah diri? Apakah gue kekanak kanakan? Semua pertanyaan itu bisa terjawab.

   > Personality Test
   > Carrier Test
   > Behavior Test

Dan lain-lain.

4. Keuntungan Buat Kpop-ers

Ngga usah dibahas, cuman K-Popers abal yang ngga tau bagaimana cara menggunakan inet.

5. Mengetahui Perbedaan Budaya Yang Tidak Harus Ditiru

Kita bisa tahu kalo di Denmark itu ada tradisi lempar piring ke pintu rumah tetangga dengan alasan semakin banyak memecahkan piring maka semakin banyak keberuntungan.

Ini bukan berarti harus ditiru ye ~ jangan langsung lu praktekin ngelemparin rumah tetangga lu pake piring. Bahaya, bisa digrebek hansip.

Kita tiru tujuan mereka lempar piring itu apa.
Dan kita juga bisa kok meniru lempar lempar sesuatu, kalo lempar piring dianggap kurang pantas, coba lempar benda lain. .
lempar duit misalnya, atau lempar sepatu Nike (tapi jangan selen), lempar tas Prada atau lempar cek bilyet giro atau semacamnya

Pasti tetangga lu seneng x)

6. Instruksi atau Langkah-Langkah dan Bagaimana memulainya

Gue suka ini situs, situs seperti WikiHow itu semacam Wikipedia tentang ‘How’ atau ‘Bagaimana’. Ini cocok buat orang yang akan memulai sesuatu untuk yang pertama kalinya.

Buat gue WikiHow udah gue anggap sebagai guru BK ke-dua, ia mengajari gue bagaimana memulai sesuatu, bagaimana menjadi A, bagaimana menjadi B, bagaimana menjadi C, ia beritahu langkah demi langkah. Tanpa menggurui dan membatasi seolah-olah percaya kalo gue adalah orang yang cukup bertanggung jawab dalam mengambil keputusan. *padahal kagak*

7. Mendahului Publik

Ini khusus thread diskusi,

Jangan tanya topiknya apa,

Kalo gue pribadi, udah menjamah hampir semua thread dari mulai politik, budaya, agama, ras, suku, bahasa, teknologi, kehidupan gelap artis atau pemuka politik, kelainan2, indigo, dll. Jadi kalo suatu saat topik itu mencuat kepermukaan dan muncul di dunia nyata, gue nggak kaget lagi malah kadang gue anggap itu sebagai topik lama yang udah basi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s