Menghargai Perbedaan

Apa salahnya berbeda?

Wanita dan pria bersatu karena berbeda.

7 keindahan warna pelangi juga berbeda.

Perbedaan selalu dapat mengukir keindahan, tergantung bagaimana itu menghargai perbedaan yang lain.

Si ungu mungkin iri dengan si merah yang selalu disebut pertama kali saat mengucap “Me Ji Ku Hi Bi Ni U” si Ungu bertanya kenapa tidak disebutkan dari Ungu dahulu?

Dari pertanyaan bodoh itu, si Ungu mendapat hujatan. Memang tidak semua hal harus kita ketahui alasannya, terkadang kita hanya perlu menerimanya.

Begitupula kita, si Merah mungkin yang pertama.

Tapi bukan berarti Ungu tidak seindah merah.

Bukan berarti si Ungu akan kalah cantik dari warna-warna yang lain.

Mungkin bagiku ungu itu biasa saja, merah lebih cantik.

Tapi itu pendapatku.

Kemudian temanku berkata, menurutnya ungu lebih cantik dari pada merah.

Awalnya aku tak setuju, memang bisa apa aku selain hanya ‘menyangkal’ dan membuat ‘argumen’?

Kemudian, sejenak aku berpikir.

Semua perbedaan bisa saja aku sangkal dan kubuat argumen.

Bahkan bayi merah bisa mahir jika hanya disuruh untuk membuat masalah hanya karena ‘perbedaan’.

Kau baru bisa disebut hebat jika sudah mampu menghargai perbedaan orang lain.

Tentang ego.

Ego sangat berhubungan erat dengan ‘perbedaan’.

‘Perbedaan’ pendapat,

‘Perbedaan’ status sosial,

‘Perbedaan’ fisik,

dan perbedaan2 lainnya.

Semua orang punya ego, tergantung bagaimana mereka menempatkan ego tersebut.

Dan tingkat pertikaian juga tergantung dari reaksi timbal-balik antara 2 ego.

Terkadang kau harus menerimanya, terkadang kau harus diam, terkadang kau juga perlu meletupkannya.

Kalau kau hanya diam jangan mengharap perubahan, kalau ingin ada perubahan jangan tunggu orang lain yang melakukannya, kalau tak ingin menunggu lakukan dari dirimu sendiri.

Kunci sebuah hubungn itu bukn hny menuntut seseorg utk mnjd sprti ‘apa yg kamu mau’.

Mungkin beberapa orang punya uneg-uneg. Kau hanya punya tiga pilihan : Kau mau mengotori hatimu dengan menyimpannya? kau mau mengambil resiko dengan mengatakannya? atau kau ikhlaskan dengan melupakannya?

– Deb

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s