Karena Dia Punya Cerita

Sore itu udara dingin menusuk tulang, kurapatkan selimut dan jaketku mendekat, aku menuju kedapur melihat mama sedang mengangkat rebusan airnya.

“Tak heran kalau dingin, seharian tak ada matahari” Ucap mama. Aku lihat mama meraih gula pasir dan teh berbalut kertas disamping kanannya, perlahan ia tuangkan air panas kedalam gelas, jemari kokoh itu memainkan logam stenlis memutar membentuk pusaran air kecil, butiran-butiran putih gula pasir mulai berbaur dengan air berwarna kecoklatan.

“Mah, aku tadi baca quote bahasa inggris.” Aku menghampiri mama “Dan aku masih kepikiran sampai sekarang.” Sambungku antusias.

Seperti biasa, wanita itu meremehkan “Jangan terlalu memikirkan hal-hal tak penting.”

“Ishhh. . ” Aku melengos sebal dan kembali kekamar. “Begitukah orangtua jaman sekarang? Sepertinya tidak, mamaku itu unik”

***

Sekuntum mawar yang masih segar indah dan sempurna dengan sekuntum mawar yang batangnya patah duri-durinya tumpul, bahkan kelopakanya sudah tak utuh lagi, kau pilih mana?

Untuk keindahan semata, aku pilih mawar pertama yang cantik, tapi jika untuk sebuah arti kehidupan, aku akan pilih mawar ke-dua.

“Aneh” begitu kata orang. “Apa bagusnya mawar busuk seperti itu?” sambungnya.

Aku hanya tersenyum menanggapi respon ‘manusia berpemikiran sempit’ seperti dia.

Banyak orang tak tahu sesungguhnya sesuatu yang sudah tak utuh itu lebih bermakna dari sesuatu yang masih polos.

Filosofi mawar adalah yang paling aku suka selain filosofi lebah, mawar yang sudah buruk rupa itu awalnya adalah mawar yang cantik, indah dan polos.

Kemudian, diterpa hujan, angin, terik matahari dan mungkin saja dipetik bocah tengil kemudian dibiarkan layu dengan sendirinya. Kau tahu, seberapa sering dia menderita? kehilangan bagian-bagian tubuhnya satu persatu? kemudian dihina karena keburuk rupaannya? apa kau pernah berpikir, bagaimana jika mawar itu adalah kau? mampukah kau bertahan?

Mawar itu kini masih hidup walau sudah tak sempurna.

Dia percaya, hanya orang-orang berhati mulialah yang mau menerimanya.

Hanya orang-orang yang tahu kalau dia punya cerita.

Tidak seperti mawar utuh yang indah tanpa cela.

Hari-harinya diliputi kemakmuran, keberuntungan tanpa pernah merasakan sakit, dipuji-puji, di elu-elukan, sampai menjadi sombong, manusia seakan lupa dengan duri segar yang kapanpun bisa menggores permukaan kulit.

Tidak seperti mawar ke dua, mawar buruk rupa itu bahkan menopang tubuhnya sendiripun tak mampu, apalagi melukai orang-orang disekitarnya.

Dan lagi pula mawar itu tak akan pernah tega menyakitimu, sebab dia tahu, seperti apa rasanya disakiti.

***

Sekilas pemikiranku tentang quote ‘berbahasa Inggris’ yang aku temukan.

Aku heran, kenapa mama tak mau dengar?

Mungkin mama sudah bosan dengan quote filosofi.

Mungkin dia memang tak pernah tertarik dengan yang begituan,
nah kenapa kita sangat berbeda?

Apa benar “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya?”

Kalau ibarat buah dan pohon, aku dan mama adalah : “Buah jatuh sangat jauh dari pohonnya”

Orangtua seakan mengabaikan pemikiran anak remajanya yang cenderung lebih kompleks, cenderung menyimpulkan hal itu sebagai sesuatu yang ‘tidak penting’

– Deb

Iklan

2 pemikiran pada “Karena Dia Punya Cerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s