Titik Nol – Quotes

‘Dia benar. Mimpiku memang selalu berubah, bahkan hingga hari ini. Terlalu banyak mimpi, sampai aku pun tak tahu pasti mana mimpi yang benar-benar harus kukejar, mana yang tugasnya hanya menghiasi tidur malam.’ – hlm. 71

‘Jangan sekali-kali tertawakan keburukan dan kekurangan orang lain, jangan sakiti hati orang.’ – hlm. 75

‘Anakku sayang! Kapan dia pernah mengucapkan kata itu di hadapanku? Tidak pernah! Seumur-umur pun tak pernah. Biasanya cuma sebagai “anak nakal”, “tidak berbakti”, bahkan “durhaka”.’ – hlm. 75

‘Lihat si genius berkacamata tebal di ujung kelas sana, dia itu yang sejak kecil sudah hafal kamus bahasa Inggris dari huruf A sampai Z, dan nilai TOEFL-nya 700. Nilai sempurna! Kacamataku yang minus empat, sama sekali tidak ada bandingannya dengan teman sekelas yang sampai minus sebelas, memasang tampang seperti profesor yang selalu mengejan, rambut acak-acakan ala Einstein, saat makan pun humor mereka hanya seputar formula dan postulat.’ – hlm. 78

‘Aku tahu, mereka tidak memberiku pilihan lain. Harus kuingat, aku bukan dilahirkan untuk jadi pengecut.’ – hlm. 79

‘”Lihatlah, takdir itu justru selalu mengincar orang yang menolaknya,” kata Mama.’ – hlm. 85

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s